Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Health

Hj Hayarna Mengapresiasi Semangat Masyarakat Ponsel Untuk Cegah Stunting

20
×

Hj Hayarna Mengapresiasi Semangat Masyarakat Ponsel Untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Hj Hayarna Mengapresiasi Semangat Masyarakat Ponsel Untuk Cegah Stunting

Luwu, Portal News – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Dr Hj Hayarna Basmin, SH MSi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel) yang antusias mengikuti kegiatan Gerakan Cegah Stunting yang dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Ponrang Selatan, Selasa (21/3/2023)

Example 300x600

“Masyarakat Kecamatan Ponsel ini patut diapresiasi karena hampir semua unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, kepala sekolah, TP PKK dan para pelajar datang berpartisipasi dalam gerakan Cegah Stunting ini,” ucap Hj Hayarna.

Menurutnya, program percepatan pengurangan percepatan di Kabupaten Luwu hanya akan terwujud jika ada sinergi dan kerjasama antar instansi terkait, berbagai sektor dan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, melindungi generasi penerus bangsa agar dapat hidup sehat, termasuk memastikan remaja putri kita rutin minum tablet besi dan makan makanan bergizi seimbang,” jelasnya.

Menurut Direktur TP PKK Kabupaten Luwu, Sekretaris Dinas Kesehatan H Alimuddin, salah satu faktor penyebab stunting pada anak adalah anemia, yang dapat dicegah sejak dini dengan meminum tablet penambah darah (TTD) secara rutin sejak remaja.

“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk masyarakat dan keluarga. Apabila stunting terdeteksi harus ditangani dengan cepat dan tepat. Cari tahu apa penyebabnya. Jika keluarga kekurangan makanan bergizi, harus dipenuhi. Atau penyakitnya , penyakit itu harus disembuhkan,” kata Alimuddin

Pencegahan stunting dimulai dengan pemberian tablet besi pada remaja putri untuk mencegah anemia, karena anemia  pada wanita dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan anak di kemudian hari ketika mereka menikah.

“Selain itu, stunting juga bisa dicegah dengan mencegah pernikahan dini (di bawah 19 tahun) berdasarkan Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019,” jelasnya.

Gerakan Pencegahan Tali yang diinisiasi oleh UPTD Puskesmas Ponrang Selatan diawali dengan  senam bersama dengan aktivitas fisik, dilanjutkan dengan sarapan bersama,  tablet penambah darah untuk 100 siswa dan penyuluhan gizi serta skrining PTM. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *