JOMBANG, PORTAL NEWS — Seorang polisi di Jombang mengungkapkan, penyebab kematian korban mutilasi yang ditemukan di genangan air di sebuah desa Jepang di distrik Mojowarno adalah korban mengalami sesak napas atau kekurangan oksigen.
AKP Aldo Febrianto, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Jombang, angkat bicara soal keberadaannya.
“Dari hasil otopsi, korban meninggal karena sesak napas atau kekurangan oksigen,” kata Aldo Febrianto, Senin (7/8).
Selain “Luka kedua ini kemungkinan bentuk
Nelayan pertama kali melihat penemuan mayat di jalur air pinggir jalan setempat.
Saat ditemukan, tubuh korban terpotong menjadi tiga bagian, yakni. di tas pertama dari leher sampai kaki dan di tas kedua dua potong tangan. Meski kepalanya tidak ditemukan.
Ia pun mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor, namun hingga saat ini belum ada yang melapor.
“Masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut harus segera menghubungi Bareskrim Polres Jombang atau Satreskrim Polres Mojowarno,” ujarnya.
Polisi juga meminta keterangan tiga orang saksi, yakni sesepuh desa Jepang, kemudian pencari ikan yang pertama kali menemukan korban, dan seorang warga yang rumahnya tak jauh dari tempat korban ditemukan.
Ciri-ciri Korban –
– tinggi korban antara 145 hingga 158 sentimeter dan berkulit sawo matang.
– r
– jempol kaki kanan korban diketahui patah dan telapak kakinya retak. – dari hasil otopsi, korban bertubuh kecil, tidak gemuk. (red)




















