Pastor Albert Arina Dukung Penuh Penyatuan Luwu – Toraja, Berjuang Bersama-sama Tanpa Sekat

  • Share
Pastor Albert Arina Dukung Penuh Penyatuan Luwu – Toraja, Berjuang Bersama-sama Tanpa Sekat

Makassar, Portal News – Aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Tana Luwu – Toraja terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen tokoh lintas agama.

Kali ini, dukungan kuat datang dari Pastor Albert A. Arina, Pr., seorang imam Katolik terpandang dari Keuskupan Agung Makassar (KAMS).

Pastor Albert yang menjabat sebagai Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) serta HAK KAMS, menyebut penyatuan Luwu dan Toraja saat ini sebagai momentum yang harus segera dipersiapkan.

Bagi Pastor Albert, gagasan menyatukan Luwu dan Toraja dalam satu provinsi bukanlah hal baru.

Ia mengungkapkan bahwa penyatuan ini telah menjadi impian lama bagi masyarakat Toraja, termasuk bagi umat Katolik di Toraja.

Bahwa beberapa tahun lalu, dirinya bersama sejumlah imam dan tokoh umat sempat membicarakan gagasan pemekaran ini dan sempat dibicarakan dengan pemerintah setempat. Namun, saat itu cita-cita tersebut belum terwujud karena masih adanya resistensi di tengah masyarakat.

“Dulu mungkin waktunya belum tepat karena masih ada keraguan. Namun, melihat semangat persatuan yang muncul saat ini, saya sangat berharap mimpi lama ini akhirnya bisa menjadi kenyataan,” ungkap Pastor Albert.

“Bukan Sekadar Sentimen Wilayah, Tapi Isu Kemanusiaan.”
Sebagai putra asli Luwu Timur yang pernah lama mengabdi sebagai Pastor Paroki di Makale, Tana Toraja, Pastor Albert menegaskan bahwa dukungannya bukan didasari oleh latar belakang kedaerahan semata. Ia melihat urgensi pembentukan provinsi baru ini dari kacamata Kesejahteraan, Keadilan dan Kemanusiaan.

Ia menyoroti betapa sulitnya masyarakat di pelosok Luwu dan Toraja mendapatkan akses kesehatan yang layak dan pantas. Banyak warga yang terpaksa “pasrah untuk mati” karena jauhnya jarak tempuh menuju rumah sakit rujukan berkualitas.

“Ini adalah masalah nyawa dan masa depan. Begitu juga di sektor pendidikan, banyak anak-anak kita di Luwu dan Toraja yang harus putus sekolah karena kendala biaya dan jarak yang sangat jauh untuk menjangkau pendidikan berkualitas. Dengan adanya provinsi sendiri, rentang kendali ini akan terpangkas,” tegasnya.

Apresiasi untuk Sulsel dan Harapan Masa Depan, Meski vokal mendorong pemekaran, Pastor Albert ini tetap menunjukkan sikap rendah hati dan objektif.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dedikasinya selama ini.

“Kita tetap berterima kasih kepada Pemerintah Sulsel yang telah berupaya mengurus wilayah ini. Namun, kita harus realistis bahwa karena kendala geografis yang ekstrem dan anggaran yang terbatas, pelayanan tersebut belum bisa maksimal. Inilah alasan mengapa kita butuh rumah tangga sendiri,” tambah Pastor Albert.

“Pesan Persatuan dan Integritas”
Sebagai tokoh yang vokal melakukan pendidikan politik bagi kaum awam agar tidak “Alergi Politik”, Pastor Albert mengajak seluruh warga Luwu dan Toraja untuk bersatu padu.

Ia menekankan bahwa politik harus menjadi alat untuk memperjuangkan kesejahteraan umum (Bonum Commune).

Sebelumnya, kiprah Pastor Albert memang dikenal sangat peduli pada isu lokal, termasuk kerja samanya dengan BPS Gereja Toraja dalam mendorong Perda perlindungan Cagar Budaya seperti Tongkonan, serta dukungannya pada pembangunan religi Patung Yesus Burake sebagai penggerak ekonomi.

Kini, ia berharap energi positif tersebut bersatu dalam perjuangan DOB Luwu Raya Toraja.

“Saya sangat berharap warga Luwu dan Toraja bersatu, berjuang bersama-sama tanpa sekat. Jika kita bersatu dalam kesetaraan, kesejahteraan yang selama ini terasa jauh akan benar-benar hadir di depan pintu rumah rakyat kita,” pungkasnya. (*/Red)

Pasang Iklan
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pasang Iklan