Luwu, Portal News – Malam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi diperkirakan akan berlangsung meriah di Kabupaten Luwu melalui kegiatan “Gema Takbir Keliling 1003 Obor se-Kabupaten Luwu Tahun 2026.”
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyambut malam 1 Syawal dengan penuh suka cita, syiar Islam, serta pelestarian tradisi religius yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Penggagas kegiatan, Zainuddin, SE sapaan Akrab Ajis Portal, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyemarakkan malam kemenangan umat Islam tersebut.
“Ayoo… mari kita ikut dan semarakkan Takbir Keliling 1003 Obor ini sebagai bentuk rasa syukur kita setelah menjalani ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga syiar Islam dan simbol kebersamaan masyarakat Luwu,” ujar Ketua Panitia Zainuddin Ajis Portal.
Malam Idul Fitri merupakan momentum sakral bagi umat Islam untuk mengumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa selama sebulan penuh di Bulan Suci Ramadan.
“Hal ini merupakan tannggungjawab kita semua umat muslim dalam Mensyiar Islam di Malam 1 Syawal 1447 H/2026 M, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 35 tentang Cahaya Allah dan Angka 1003 dalam Perspektif Syariat. Secara fiqh, tidak ada ketentuan khusus dalam Syariat yang mensakralkan angka 1003, namun setiap umat muslim harus mendasari 3 Pilar, yaitu : 1. Iman, 2. Islam dan 3. Ihsan. Atau bisa dimaknai sebagai 1. Hablumminallah (Hubungan dengan Allah), 2. Hablumminannas (Hubungan dengan manusia), dan 3 Hablum minal ‘alam (Hubungan dengan alam)”. Lanjut Ajis
Tradisi Gema Takbir Keliling dengan membawah obor yang menyala menjadi simbol cahaya kemenangan, harapan, serta persatuan umat.
Sehingga makna Filosofis “1003 Obor” bagian dari “Tauhid” dengan keesaan Allah SWT, yang meyakini bahwa hanya Allah yang Esa dan Cahaya adalah perantara atau simbol yang menyatukan umat dalam “Gema Takbir”.
“Kegiatan Semarak Takbir Keliling 1003 Obor se-Kabupaten Luwu dirancang sebagai wadah Syiar Islam, pelestarian budaya yang religius, sekaligus memperkuat Ukhuwah Islamiyah antar masyarakat dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Luwu” Beber Ketua Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Tana Luwu.
Adapun target peserta, berasal dari Kecamatan, Kelurahan dan desa, organisasi kepemudaan, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat diperkirakan akan turut ambil bagian dalam arak-arakan obor yang penuh semangat kebersamaan.
Tak hanya itu, selain sebagai bentuk perayaan malam kemenangan. Kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat lintas generasi.
“Cahaya 1003 obor yang dinyalakan melambangkan semangat persatuan dan harapan agar nilai-nilai kebersamaan terus menyala di tengah masyarakat” Beber Abdul Samad yang juga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Solidaritas Islam Luwu Raya.
Abdul Samad juga menambahkan bahwa, momentum malam ke-29 Ramadan dipilih sebagai simbol kesiapan umat Islam dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, yang menjadi hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama Bulan Ramadan.
Panitia berharap kegiatan ini dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh khidma. Sehingga terus akan menjadi tradisi tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Luwu.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai tradisi Islami, menjaga persatuan, serta menjadikan malam Idul Fitri sebagai momen memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan,” Kuncinya.
Dengan semangat kebersamaan, Gema Takbir Keliling 1003 Obor Kabupaten Luwu 2026 diharapkan mampu menjadi simbol kemeriahan sekaligus kekhidmatan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan yang dinantikan oleh seluruh umat Islam.
Sekedar diketahui, kegiatan ini telah dikordinasi melalui Bapak Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Luwu, Drs. Muhammad Rudi, M.Si yang kini menjabat sebagai Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu dan dilanjutkan dengan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Luwu, Syahruddin.
Adapun kegiatan ini diselenggarakan pada Malam Takbiran yang bertempat di Tribun Andi Djemma Belopa Jumar, 20 Maret 2026 sekitar pukul 19:30 (WITA) – Selesai dengan Rute mulai dari Tribun, Kantor Pemda Luwu, Kejari Luwu, Polres Luwu, Jl. Trans Sulawesi lalu Finish di Tribun Andi Dejmma Belopa, yang dihadiri dari langsung Masyarakat Kabupatenb Luwu dan perwakilan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Remaja Masjid dan lain-lain. (Redaksi)


















